PENYAKIT LUPUS (AUTOIMUN) TERBANTU DENGAN MINYAK VARASH CLASSIC

PENYAKIT LUPUS (AUTOIMUN) TERBANTU DENGAN MINYAK VARASH CLASSIC

Nama        : Makhilah, S. Tr. Keb.
Umur         : 45 tahun
Domisili    : Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.



Saya adalah seorang bidan desa yang bertugas di salah satu Puskesmas di wilayah Tulungagung dan seorang ibu rumah tangga dengan tiga orang putra.
Pada bulan Januari 2018, setelah kegiatan Outbreak Respond Imunization (ORI) Difteri di 173 sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA, dan balita di 37 posyandu, saya merasakan keanehan di jari kelingking saya.
Jari kelingking kanan saya terlihat bengkok, meskipun saya tidak merasakan keluhan berarti selain sedikit nyeri pada bagian yang bengkok tersebut. Dokter di Puskesmas tempat saya bekerja mengatakan, mungkin saya menderita penyakit gout (asam urat).
Namun, dari hasil laboratorium asam urat saya salam batas normal dan hasil rontgen tidak menunjukkan adanya gejala arthritis. Saya pun disarankan untuk cek lab RF, ANA test, dan anti ds DNA oleh dokter penyakit dalam.
Tanpa banyak bertanya, saya melakukan serangkaian tes tersebut. Hasilnya, saya didiagnosa menderita penyakit lupus (autoimun). Tentu saja saya merasa sedih, kaget, dan tidak percaya.
Sontak saya teringat anak-anak saya yang masih kecil. Saya pun tidak kuasa menahan air mata. Suami saya selalu mendampingi dan menenangkan saya di saat sulit tersebut.
Suatu malam seusai salat tahajud, suami saya membuka jejaring sosial salah satu kolega dan menemukan minyak Varash di laman facebooknya.
Awalnya saya tidak percaya. Apalagi dengan background saya sebagai paramedis. Mana mungkin minyak bisa menyembuhkan penyakit? Tapi suami saya terus membujuk dan mengatakan jika tidak ada salahnya mencoba.
Pertama memakai Varash Classic, saya membalurkannya di telapak kaki, tulang belakang, telapak tangan, belakang telinga, lalu seluruh tubuh saya dengan bantuan suami. Tidak lupa saya meminum air hangat setelahnya.
Di awal pemakaian, frekuensi BAK saya meningkat, begitu pula dengan nafsu makan saya. Setiap bangun pagi, ada bekas kehitaman di atas payudara saya. Lambat laun, gejala-gejala tersebut hilang.
Nyeri di jari kelingking saya juga hilang. Badan saya yang semula kerap pegal usai menjalani aktivitas, kini terasa bugar. Pemakaian Varash Classic tersebut rutin saya lakukan setiap malam menjelang tidur, hingga menjadi semacam rutinitas wajib. Saya melakukan terapi Varash selama 1 bulan dan menghabiskan tiga botol Varash Classic.
Kemudian saya berangkat ke Surabaya. Setelah menjalani pemeriksaan fisik dan pengajian riwayat keluarga oleh salah satu dokter ahli di RS Graha Amerta, tidak ditemukan penyakit autoimun. Katanya, mungkin saya hanya kelelahan.
Saya merasa lega, namun masih tak kunjung percaya. Dokter Diah yang kala itu memeriksa saya menyarankan agar saya menjalani tes lab ulang. Kali ini saya ikuti tanpa banyak bertanya. Setelah hasilnya keluar, betapa kagetnya saya saat mengetahui hasilnya normal—tidak ditemukan autoimun dalam tubuh saya.
Di sisi lain saya merasa sangat lega dan bersyukur kepada Allah. Kesembuhan dan kasih sayang dari Tuhan sejatinya bisa datang melalui bermacam-macam cara. Tuhan menitipkan kesembuhan pada saya melalui perantara minyak Varash.
Sebagai bentuk syukur, saya pun merekomendasikan produk Varash pada keluarga, pasien, dan kolega saya. Senang rasanya saat mendengar cerita kesembuhan pasca menggunakan produk Varash baik dari kolega maupun pasien-pasien saya.
Cerita ini saya tulis, agar para pembaca tetap yakin, optimis, dan tidak menyerah.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PENYAKIT LUPUS (AUTOIMUN) TERBANTU DENGAN MINYAK VARASH CLASSIC"

Posting Komentar